Showing posts with label Hari Nasional. Show all posts
Showing posts with label Hari Nasional. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Bangkitnya Generasi Emas Indonesia

Bangkitnya Generasi Emas Indonesia - Logo Hardiknas 2012

Bangkitnya Generasi Emas Indonesia merupakan tema yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, yang merupakan salah satu peringatan penting dalam dunia pendidikan nasional Indonesia.

Tema Hardiknas 2012 "Bangkitnya Generasi Emas Indonesia" menjadi sebuah tema yang penuh makna bagi kita semua dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam menumbuh kembangkan dunia pendidikan serta sangat memberikan motivasi kepada generasi penerus bangsa tentang akan pentingnya pendidikan bagi suatu peradaban dan daya saing.

Bangkitnya Generasi Emas Indonesia juga menjadikan tema yang sejalan dengan hakikat pendidikan yang telah diwariskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantoro, yang pada tanggal 2 Mei setiap tahun kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Sebuah keinginan yang sangat beralasan dan menjadikan harapan kita semua dengan "Bangkitnya Generasi Emas Indonesia" dapat memajukan dunia pendidikan menuju masa depan yang lebih baik.

Semoga dengan tema Hardiknas 2012 "Bangkitnya Generasi Emas Indonesia" yang telah disesuaikan dengan rencana besar pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan generasi emas hadiah ulang tahun 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 nanti dapat terwujud.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2012, semoga kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan dan kecintaan agar kita dapat melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, dalam keadaan sehat dan penuh semangat demi pendidikan Indonesia semakin maju...

Ref: Rendratwa dot Com

Monday, April 16, 2012

Pedoman Upacara Hardiknas 2012

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Pedoman Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012. Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan dengan ketentuan:

- hari, tanggal : Rabu, 2 Mei 2012
- pukul : 08.00 waktu setempat
- sifat upacara : Tertib, Khidmat, dan Sederhana
- tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)

Adapun tema yang telah ditetapkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2012 adalah "Bangkitnya Generasi Emas Indonesia"

Logo Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012

Pedoman Upacara Hardiknas 2012

Pedoman Upacara Hardiknas 2012, untuk selengkapnya dapat di download pada laman website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau silahkan klik di sini.

Thursday, December 8, 2011

Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 | Makna, Tema, dan Logo


Peringatan Hari Ibu (PHI) oleh Bangsa Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional, namun tidak menjadi hari libur. Tahun 2011, Hari Ibu diperingati untuk yang ke-83 kalinya.

Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahun ini merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan. Tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur, telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dimana peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dan senantiasa diperingati tiap tahunnya oleh bangsa Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, dimanapun berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Makna Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

1. Peringatan Hari Ibu ke-83 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur;
2. Merupakan momentum untuk merenungkan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai oleh kaum perempuan Indonesia untuk kepentingan perempuan Indonesia khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya;
3. Memberikan kesempatan untuk mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara;
4. Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang, namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.

Tema, Subtema dan Slogan Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

Tema utama


"Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa"

Sub Tema

a. Industri rumahan sumber pendapatan dan penciptaan lapangan kerja.
b. Industri rumahan membangun perekonomian keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
c. Kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ekonomi rumah tangga.
d. Kesehatan keluarga menunjang pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
e. Peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi menuju pembangunan antar komunitas ASEAN.

Slogan

a. Industri rumahan berjalan, ekonomi maju.
b. Keluarga sehat, ekonomi kuat.

Logo Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

Arti Logo Hari Ibu

Setangkai Bunga Melati

• Kuntum menggambarkan :
1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;
3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

• Angka 83
Delapan puluh tiga tahun sudah para perempuan Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, baik secara kelompok maupun individu, turut berpartisipasi aktif membangun bangsa di berbagai lini sektor.

• Warna hijau pada angka 83
Melambangkan penyelamatan lingkungan hidup

• Merah Putih Berkibar
Melambangkan bahwa bendera telah dikibarkan oleh para perempuan Indonesia, berarti perjuangan perempuan pantang menyerah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.


File/Dokumen yang dapat diunduh:
Pedoman Peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011

Sumber file: www.menegpp.go.id

Thursday, November 3, 2011

Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI


Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI | Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI

Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November, dan juga merupakan hari kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebagaimana telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi perjuangan, serikat guru, dan organisasi profesi guru, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.

Pada 25 November 2011 ini PGRI genap berusia 66 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya.

Pada tahun ini akan dilaksanakan peringatan Hari Guru Nasional bersamaan dengan HUT ke 66 PGRI, yang akan diperingati secara nasional. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia telah menyusun dan mengeluarkan pedoman sebagai acuan dalam rangka Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI serta Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT ke 66 PGRI baik di Tingkat Nasional maupun Daerah. Sejak tahun 1994 secara nasional telah dilaksanakan 17 (tujuh belas) kali peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI (Tahun dan tempat pelaksanaan dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI).

Tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI

Tema
“Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa”

Sub Tema
“Peningkatan Kinerja Guru Untuk Pendidikan Bermutu”


File/Dokumen yang dapat diunduh :
- Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI
Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT Ke 66 PGRI

(Sumber bacaan dan file: http://www.pgri.or.id/berita-184-kerangka-acuan-kegiatan--hari-guru-nasional-2011.html, http://pusbangprodik.org)

Wednesday, August 17, 2011

Hari Merdeka (17 Agustus 1945) | Lirik Lagu Wajib Nasional



Hari ini 17 Agustus 2011, Bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-66. Dengan Lirik lagu karya H.Mutahar menjadikan penyemangat kepada kita untuk selalu tetap setia mempertahankan, mengisi dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

Lirik Lagu Hari Merdeka / 17 Agustus 1945

Ciptaan : H. Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita


Tema Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-66 Tahun 2011
"Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,
Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an
untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan
Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN
untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN"


Semoga dengan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia (HUT RI) Ke-66 kita tetap semangat untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan negeri ini dan segala problematika yang melanda negeri ini segera mendapat petunjuk ke jalan yang benar agar bangsa kita menjadi aman, adil, makmur dan sejahtera. Dirgahayu Republik Indonesia Ke 66 ... MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA!!!

Thursday, July 28, 2011

Logo, Tema dan Pedoman Peraturan HUT RI ke-66 Tahun 2011

Logo Peringatan HUT Ke-66 RI Tahun 2011



Tema Peringatan HUT Ke-66 RI Tahun 2011

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,
Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an
untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan
Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN
untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN

Pedoman Peraturan HUT ke-66 RI Tahun 2011

Pedoman Peraturan HUT ke-66 RI Tahun 2011 dapat diunduh di sini (Download)

Sumber: Website Sekretariat Negara, pada  Logo,Tema dan Pedoman Peraturan HUT RI ke-66 Tahun 2011

Saturday, July 23, 2011

Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2011

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) kembali diperingati, Hari Anak Nasional (HAN) ditetapkan pada tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984, sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi.

Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Anak juga merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan oleh karenanya kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Usaha pembinaan anak perlu pula diarahkan untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab mereka kepada orang tua dan masyarakat serta kepada bangsa dan Negara.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia setiap tahun diselenggarakan dan dilaksanakan di tingkat nasional dan di tingkat daerah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak Indonesia. Hari Anak Nasional pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati, menjamin dan menerapkan hak-hak anak.

Penyelenggaraan Hari Anak Nasional (HAN) juga ditujukan untuk mensosialisasikan tentang hak-hak anak yang telah disepakati dunia dan diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

Peringatan Hari Anak Nasional 2011

Sebagai acuan kegiatan HAN Tahun 2011, telah disusun Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2011 untuk digunakan mulai tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota oleh semua pihak terkait baik instansi pemerintah - termasuk KBRI, lembaga/organisasi kemasyarakatan, masyarakat Indonesia di luar negeri, dan instansi swasta dalam melaksanakan kegiatan peringatan HAN Tahun 2011.

Pedoman ini memuat acuan secara umum Peringatan HAN Tahun 2011, sementara pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kebutuhan masyarakat setempat. Hari Anak Nasional Tahun 2011 ini mengambil tema ”Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia” dan sub tema :

o Saya Anak Indonesia Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Kecerdasan
o Saya Anak Indonesia Kreatif
o Saya Anak Indonesia Sehat, Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi
o Saya Anak Indonesia Berperilaku Sehat, Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi
o Saya Anak Indonesia Sehat, Cerdas, dan Berkreasi Optimal
o Saya Anak Indonesia Cinta Kesehatan dan Berkreasi
o Saya anak Indonesia Peduli Kesehatan

Makna Peringatan Hari Anak Nasional 2011

Pelaksanaan Hari Anak Nasional tahun 2011 dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk sehat, tumbuh dan berkembang secara sejahtera agar terbentuk generasi penerus yang tangguh, kreatif, jujur, cerdas, berprestasi, serta berakhlak mulia.

Logo Peringatan Hari Anak Nasional 2011


Hari Anak Nasional Tahun 2011 menggunakan logo yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor: 02/Kep/MENKO/KESRA/VI/1987 tanggal 11 Juni 1987 tentang Logo Hari Anak Nasional.

Semoga dengan peringatan HAN Tahun 2011 ini, komitmen bagi peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak Indonesia dapat terus kita bangun dan pedoman pelaksanaan ini dapat dijadikan pegangan semua pihak untuk menyukseskan HAN Tahun 2011 ini.

(Referensi : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional 2011)

File yang dapat diunduh/download :

> Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002
> Penjelasan UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002
> Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984
> Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional 2011

Thursday, April 21, 2011

Pedoman Upacara Hardiknas 2011

Peringatan Hari Pendidikan Nasional diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei. Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011, Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan Pedoman Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 yang jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2011 melalui laman website: http://www.kemdiknas.go.id pada tanggal 20 April 2011.

Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan dengan ketentuan:

• hari, tanggal : Senin, 2 Mei 2011
• pukul : 08.00 waktu setempat
• sifat upacara : Tertib, Khidmat, dan Sederhana
• tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)

Adapun tema yang telah ditetapkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 adalah Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dan subtema adalah Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti.

Kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, kepala unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Nasional agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2011.

Untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 diharapkan masing-masing instansi memasang spanduk dengan tema tersebut di atas merangkaikan berbagai kegiatan dan lomba untuk meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan.

Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 akan melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Bapak/Ibu Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.

Berikut dokumen/file Pedoman Upacara Hardiknas 2011, yang dapat diunduh di bawah ini.

>> Pedoman Upacara Hardiknas 2011

Sumber & kutipan :
(http://www.kemdiknas.go.id/list_announcement/pedoman-hardiknas-2011.aspx)

Sunday, April 10, 2011

Sejarah Hari Kartini

Setiap tahun pada tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari besar yang dikenal sebagai Hari Kartini. Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh suku jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 - meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini.

Berikut kutipan biografi, dan sejarah singkat sehingga tanggal 21 april pada setiap tahun, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini.

Biografi

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubawana VI.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespodensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah ”Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Peringatan Hari Kartini

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

Monday, December 20, 2010

Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-82 Tahun 2010


Sebagaiamana Buku Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-82 Tahun 2010 yang diterbitkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengandung makna serta mengambil tema dan slogan sebagai berikut :

Makna Peringatan Hari Ibu Ke-82

1. Peringatan Hari Ibu ke-82 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.
2. Merupakan momentum untuk merenungkan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai oleh perempuan Indonesia untuk kepentingan perempuan Indonesia khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
3. Memberikan kesempatan untuk mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang di hadapi kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang, namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.

Tema dan Slogan Hari Ibu ke-82 Tahun 2010

Tema Utama: Kesetaraan Perempuan dan laki-laki untuk membangun karakter bangsa dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bermartabat.

Sub Tema: Dengan semanagat Hari Ibu ke-82, kita membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan swasta dalam :
1. Peningkatan upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan sejak dini; Peningkatan upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan yang dimulai dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat;
2. peningkatan penghargaan dan toleransi terhadap kemajemukan suku, umat beragama, ras, antargolongan, dan gender;
3. peningkatan penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradaban bangsa;
4. peningkatan kesetaraan perempuan dan laki-laki sebagai prasyarat untuk membangun karakter bangsa, mewujudkan masyarakat yang sehat dan bermartabat;
5. peningkatan kesadaran pentingnya peran perempuan dan laki-laki dalam mengatasi gizi buru;
6. peningkatan solidaritas social dengan melakukan kegiatan donor darah.

Slogan PHI ke-82 Tahun 2010

1. Perempuan dan laki-laki Indonesia membentuk dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat dan bugar;
2. Libatkan perempuan dan laki-laki dalam penangulangan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan;
3. tingkatkan peran perempuan sebagai penggerak sektor riil, usaha mikro, kecil dan menengah dalam penanggulanagn kemiskinan;
4. Hapus segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan perempuan, dan anak;
5. perang terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS;
6. waspadai kerusakan lingkungan, bencana alam, dan konflik sosial yang membawa penderitaan bagi perempuan dan anak;
7. Hemat energi dan gunakan energi pengganti, merupakan tindakan bijak perempuan dan laki-laki Indonesia;
8. setetes darah sangat berguna bagi yang membutuhkan

Arti Logo PHI ke-82 Tahun 2010

Setangkai Bunga Melati

• Kuntum menggambarkan :
1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;
3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan persatuan, keiklasan bhakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

• Angka delapan puluh dua
Delapan puluh satu sudah para perempuan Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, baik secara kelompok maupun individu, turut berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa di berbagai lini sektor.

• Merah Putih Berkibar
Malambangkan bahwa bendera telah dikibarkan oleh perempuan Indonesia, berarti perjuangan perempuan pantang menyerah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.


>> Unduh Buku Pedoman Peringatan Hari Ibu ke-82 Tahun 2010

Tuesday, November 16, 2010

Tema Hari Guru Nasional Tahun 2010 dan HUT PGRI Ke-65

Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian lebih dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sejak tahun 1994 secara nasional telah dilaksanakan 16 (enam belas) kali peringatan Hari Guru Nasional, yaitu :

a. Tahun 1994, pertama kali dilaksanakan di Istana Negara Jakarta;
b. Tahun 1995, diadakan di Surakarta, kota kelahiran PGRI enam puluh lima tahun yang lalu;
c. Tahun 1996, di Istora Senayan Jakarta;
d. Tahun 1997, di Balai Sidang Jakarta
e. Tahun 1998, di lstana Negara Jakarta;
f. Tahun 1999, di lstana Wakil Presiden Jakarta;
g. Tahun 2000, di lstana Negara Jakarta;
h. Tahun 2001, di lstana Negara Jakarta;
i. Tahun 2002, di lstana Negara Jakarta;
j. Tahun 2003, di lstana Negara Jakarta;
k. Tahun 2004, di lstora Senayan, Jakarta;
l. Tahun 2005, di Surakarta;
m. Tahun 2006, tidak dilaksanakan di tingkat nasional;
n. Tahun 2007, di Pekanbaru;
o. Tahun 2008, di Jakarta;
p. Tahun 2009, di Jakarta.

Adapun Tema pada Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2010 dan HUT PGRI Ke 65 sebagai berikut :

TEMA
Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera.

Sub Tema
Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.

File yang dapat diunduh/download :

>> UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
>> Pedoman HGN 2010 dan HUT PGRI Ke 65