Showing posts with label Arti dan Makna. Show all posts
Showing posts with label Arti dan Makna. Show all posts

Thursday, December 8, 2011

Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 | Makna, Tema, dan Logo


Peringatan Hari Ibu (PHI) oleh Bangsa Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional, namun tidak menjadi hari libur. Tahun 2011, Hari Ibu diperingati untuk yang ke-83 kalinya.

Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahun ini merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan. Tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur, telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dimana peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dan senantiasa diperingati tiap tahunnya oleh bangsa Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, dimanapun berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Makna Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

1. Peringatan Hari Ibu ke-83 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur;
2. Merupakan momentum untuk merenungkan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai oleh kaum perempuan Indonesia untuk kepentingan perempuan Indonesia khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya;
3. Memberikan kesempatan untuk mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara;
4. Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang, namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.

Tema, Subtema dan Slogan Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

Tema utama


"Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa"

Sub Tema

a. Industri rumahan sumber pendapatan dan penciptaan lapangan kerja.
b. Industri rumahan membangun perekonomian keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
c. Kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ekonomi rumah tangga.
d. Kesehatan keluarga menunjang pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
e. Peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi menuju pembangunan antar komunitas ASEAN.

Slogan

a. Industri rumahan berjalan, ekonomi maju.
b. Keluarga sehat, ekonomi kuat.

Logo Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-83 Tahun 2011

Arti Logo Hari Ibu

Setangkai Bunga Melati

• Kuntum menggambarkan :
1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;
3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

• Angka 83
Delapan puluh tiga tahun sudah para perempuan Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, baik secara kelompok maupun individu, turut berpartisipasi aktif membangun bangsa di berbagai lini sektor.

• Warna hijau pada angka 83
Melambangkan penyelamatan lingkungan hidup

• Merah Putih Berkibar
Melambangkan bahwa bendera telah dikibarkan oleh para perempuan Indonesia, berarti perjuangan perempuan pantang menyerah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.


File/Dokumen yang dapat diunduh:
Pedoman Peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011

Sumber file: www.menegpp.go.id

Sunday, March 6, 2011

Makna Tahi Lalat di Tubuh

Adakah anda mempunyai tahi lalat di tubuh? antara tahi lalat yang terdapat di tubuh, sering kali selalu dihubungkan dengan gambaran, prilaku, cerminan dan lain sebagainya dengan pemilik dari tahi lalat tersebut. Dan Apakah anda termasuk orang yang mempercayai dengan makna-makna tahi lalat yang terdapat di tubuh tersebut?. Ya... percaya atau tidak percaya tergantung dari setiap pemilik tahi lalat, yang jelas tentunya jangan terlalu berharap dengan makna tahi lalat. Di bawah ini terdapat beberapa makna tahi lalat yang diperoleh dari berbagai sumber, mari kita lihat.

Makna Tahi Lalat

> Tahi Lalat di Ujung Mata Kanan/Kiri; Dapat Dipercaya tapi Pendiam
> Tahi Lalat di Pangkal Hidung; Pandai dan Baik Hati
> Tahi Lalat di Alis Kanan; Suka Menolong
> Tahi Lalat di Alis Kiri; Dicintai Banyak Orang
> Tahi Lalat di Hidung; Banyak Rezeki
> Tahi Lalat di Hidung Bawah; Pandai Bicara, Banyak rezeki
> Tahi Lalat di Bibir Atas; Cerdas, Banyak Rezeki
> Tahi Lalat di Bibir Bawah; Baik Hati
> Tahi Lalat di Pipi Kanan/Kiri; Dermawan
> Tahi Lalat di Pipi Tengah; Disukai
> Tahi Lalat di Ujung Mulut; Pandai Bicara
> Tahi lalat di Dagu; Pandai Bicara dan Jujur
> Tahi Lalat di Telinga Kanan; Keras dan Gampang Emosi
> Tahi Lalat di Telinga Kiri; Pintar dan Jujur
> Tahi Lalat di Leher Bagian Depan; Bijaksana
> Tahi Lalat di Leher Bagian Belakang; Kecil Hati, mudah Putus asa
> Tahi Lalat di Bahu Kanan; Pendiriannya Teguh
> Tahi Lalat di Bahu Kiri; Pikirannya Selalu Ruwet
> Tahi Lalat di Buah Dada Kanan/Kiri; Napsunya besar
> Tahi Lalat di Antara Buah Dada; Baik Hati
> Tahi Lalat di Punggung; Dapat di Percaya
> Tahi Lalat di tengah Perut (sekitar Pusar); Dapat di Percaya
> Tahi Lalat di Pinggang; Jujur dan Tabah
> Tahi Lalat di Pantat; Sering Menderita
> Tahi Lalat di Pangkal Paha; Tangkas dan Banyak Rezeki
> Tahi Lalat di Daerah Kemaluan; Nafsu Besar
> Tahi Lalat di Lutut Depan; Kuat Berjalan
> Tahi Lalat di Lutut Sebelah Dalam (Lipatan/belakang lutut); Hatinya Tidak Tetap
> Tahi Lalat di Betis; Dapat di Percaya
> Tahi Lalat di Tulang Kaki Kanan (Tulang Kering); Pemboros
> Tahi Lalat di Tulang Kaki Kiri; Pemberani
> Tahi Lalat di Pergelangan Kaki; Kuat Berjalan
> Tahi Lalat di Tumit; Tidak dapat di Percaya
> Tahi Lalat di Jari-Jari Kaki; Suka Bekerjagt; Tahi Lalat di Lengan Kanan/Kiri; Suka Bekerja> Tahi Lalat di Telapak Kaki; Baik Hati
> Tahi Lalat di Telapak Tangan Kanan; Pandai Menyimpan Harta
> Tahi Lalat di Telapak Tangan Kiri; Pemboros
> Tahi Lalat di Telapak Belakang; Kuat Kaya
> Tahi Lalat di Ujung Siku; Baik Hati
> Tahi lalat di Siku Bagian dalam; Selalu Tabah
> Tahi Lalat di jari-jari Tangan; Banyak Rezeki
> Tahi Lalat di Pergelangan Tangan; Pemboros
> Tahi Lalat di Ubun – Ubun; Tamak akan harta benda, Jahat, dan Jahil
> Tahi Lalat di Unyeng – Unyeng (Puser di kepala); Pendiam tapi Banyak Akal dan Cerdas
> Tahi Lalat di Kepala Bagian Belakang; Dapat di Percaya, Pemberani, dan Sabar
> Tahi Lalat di Kepala Sebelah Kiri; Wataknya Buruk
> Tahi Lalat di Dahi Kanan atau Kiri; Kepribadiannya Jelek
> Tahi Lalat di Tengah- Tengah Dahi (Jidat); Pandai dan Baik Hati
> Tahi Lalat di Pelipis Kanan/Kiri; Banyak Rezeki
> Tahi Lalat di Kelopak Mata Atas Kanan/Kiri; Pandai Membawa Diri>
> Tahi Lalat di Kelopak Mata Bawah Kanan/Kiri; Sering Menderita
> Tahi Lalat di Kepala Sebelah Kanan; Banyak Rezeki

Tuesday, January 4, 2011

Makna Lambang Gerakan Pramuka


  • Lambang Gerakan Pramuka adalah siluet Tunas Kelapa, Pencipta lambang Gerakan Pramuka adalah Kak Sunaryo Atmodipuro (Andalan Nasional, pernah aktif di Departemen Pertanian).
  • Lambang Gerakan Pramuka ditetapkan berdasarkan Surat keputusan Kwarnas Nomor 06/KN/72, tanggal 31 Januari 1972.
  • Pengetahuan tentang lambang Gerakan Pramuka merupakan syarat ke-4 syarat kecakapan umum (SKU) tingkat Penggalang Ramu.
  • Makna kiasan :
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal;
Yang maksudnya adalah penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru. Kiasan ini mempunyai makna bahwa setiap pramuka merupakan inti dari kelangsungan hidup bangsa.

2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun;
Maksudnya, setiap pramuka kuat dan sehat jasmani serta rohaninya.

3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja;
Maksudnya, bukti setiap pramuka dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan (masyarakatr) di mana pun berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun.

4. Pohon nyiur tumbuh lurus ke atas;
Kiasan bahwa setiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi, lurus, dan benar. Tidak mudah terombang-ambing atau terpengaruh.

5. Akar pohon nyiur tumbuh kuat dan erat dalam tanah;
Artinya, setiap pramuka mempunyai tekad dan keyakinan yang kuat berdasarkan keyakinan yang baik dalam mencapai tujuan.

6. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari akar samapai ujung atas pohonnya;
Mengiaskan bahwa setiap pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri untuk tanah airnya (Negara). Pohon nyiur memiliki multiguna:
a. akarnya dapat untuk obat;
b. batangnya untuk tiang rumah, jembatan, dan kayu bakar;
c. buahnya dapat dimakan, atau dapat dipolah untuk minyak;
d. air buhanya dapat diminum;
e. daun muda (janur) untuk hiasan;
f. daun pohon kelapa dapat untuk atap rumah;
g. tulang daunnya untuk sapu lidi;
h. tempurung (bathok: Jawa) untuk alat rumah tangga/kerajinan;
i. kulit buahnya untuk membuat keset, tali, dsb.

Monday, December 20, 2010

Sejarah dan Makna Hari Ibu di Indonesia

Hari Ibu ditetapkan sebagai perayaan nasional dan di rayakan di Indonesia setiap tahunnya pada tanggal 22 Desember. Berikut sejarah singkat di tetapkannya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan Makna Hari Ibu, yang dikutip dari Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-82 Tahun 2010.

Sejarah Singkat Hari Ibu

Gema sumpah pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 di gelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia, menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri. Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Selanjutnya atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu hasil keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Melalui, PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Perempuan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959, yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia di singkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan :
1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;
3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.


Makna Hari Ibu

Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa.

Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Perempuan memiliki posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga, anak, dan orang tua. Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses, dan manfaat berpartisipasi serta melakukan kontrol di segenap aspek pembangunan nasional.

Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Thursday, October 21, 2010

Makna Lambang Koperasi Indonesia

Lambang Koperasi terdiri dari gambar rantai, gigi roda, kapas dan padi, timbangan, bintang dan perisai, pohon beringin, tulisan Koperasi Indonesia, dan warna merah putih.


Rantai :
Persahabatan yang kekal / kokoh

Gigi Roda :
Usaha karya koperasi yang terus menerus

Kapas dan Padi :
kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh setiap anggota koperasi

Timbangan :
Keadilan sosial bagi semua anggota koperasi

Bintang dan Perisai :
Landasan koperasi berasas pancasila

Pohon Beringin :
Sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia

Tulisan Koperasi Indonesia :
Kepribadian koperasi rakyat Indonesia

Warna Merah Putih :
Sifat nasional Indonesia

Download UU No 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian

Monday, October 18, 2010

Arti dari Lambang PGRI


Bentuk :

Cakra / Lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.

Ukuran, corak, dan warna :

Bidang bagian pinggir Lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan kebernian bagi kepentingan rakyar. Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia" melambangkanpengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa dan tanah air Indonesia.

Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning :

Melambangkan fungsi guru (pada pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.

Nyala Api dengan 5 sinar warna merah :

Melambangkan arti ideologo Pancasila dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa dan karya generasi.

Empat buku mengapit suluh :

Dengan posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan ahlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan tinggi.

Warna dasar tengah hijau :

Melambangkan kemakmuran generasi.

Friday, October 15, 2010

Makna dari Lambang Korpri

Lambang atau Logo Korpri diadakan dengan maksud untuk lebih menumbuhkan jati diri dan jiwa karsa anggota Korpri. Ketentuan lambang Korpri diatur dalam Keputusan Musyawarah Nasional VI KORPRI Nomor : KEP- 09/MUNAS/2004 tentang Lambang, Panji, Dan Atribut KORPRI.

Bentuk Lambang Korpri :


Makna dari Lambang Korpri :

1. Pohon dengan 17 ranting, 8 dahan, dan 45 daun, melambangkan perjuangan sesuai dengan fungsi dan peranan Korpri sebagai Aparatur Negara Republik Indonesia yang dimulai sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945;

2. Bangunan berbentuk balairung dengan lima tiang, melambangkan tempat dan wahana sebagai pemersatu seluruh anggota Korpri, perekat bangsa pada umumnya untuk mendukung pemerintahan Republik Indonesia yang stabil dan demokratis dalam upaya mencapai tujuan nasional dengan berdasarkan Pancasila dan Jatidiri, Kode Etik serta paradigma baru Korpri;

3. Sayap yang besar dan kuat ber-elar 4 (empat) ditengah dan 5 lima) ditepi, melambangkan pengabdian dan perjuangan Korpri untuk mewujudkan organisasi yang mandiri dan profesional dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sunday, October 3, 2010

Bendera Merah Putih


Sejarah

Warna bendera negara Indonesia merah - putih diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Tapi sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya, bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih.

Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang. Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula.

Makna dari warna Bendera Merah dan Putih

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

File yang dapat diunduh/download :

UU No 24 Th 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan

Saturday, October 2, 2010

Makna Logo Wajib Belajar 9 Tahun


Logo Pokok

Logo Wajib Belajar 9 Tahun terdiri dari berupa gambar:

1. Sayap dengan rentangan 5 bulu melambangkan dasar pendidikan adalah Pancasila.
2. Dua orang anak (laki-laki dan perempuan), melambangkan siswa SLTP.
3. Timba melambangkan alat untuk menimba ilmu.
4. Obor melambangkan sumber penerangan untuk mencapai cita-cita.
5. Buku dan Pelangi melambangkan sumber ilmu yang menuju kesejahteraan.


Makna keseluruhan:

Dengan berdasarkan Pancasila siswa SLTP menimba ilmu pengetahuan melalui sumber belajar guna mencapai cita-cita.

Gambar Penunjang


Gambar penunjang Wajib Belajar SLTP terdiri dari :

1. Gambar Pelangi melambangkan kesuburan dan kehidupan.
2. Dua siswa dengan wajah cerah melambangkan telah menyelesaikan Pendidikan Dasar 9 tahun.
3. Gambar 4 buah buku melambangkan sumber ilmu.
4. Tulisan dan angka: WB 9 maksudnya “Wajib Belajar 9 Tahun.”

Lambang Negara Garuda Pancasila

Setiap negara tentunya memiliki Lambang yang mengandung makna dan sejarah tersendiri bagi bangsa tersebut, demikian juga dengan Negara kita Indonesia. Oleh karena itu dari bentuk, warna, dan bagian-bagian lainnya secara keseluruhan memiliki makna yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.


Makna Lambang

1. Gambar lambang Garuda Pancasila terdiri atas tiga bagian utama :

Pertama, Gambar burung garuda tegak perkasa dengan kedua sayap terbuka, kepala menoleh lurus ke arah kanan;
Kedua, Perisai berbentuk jantung mengandung lukisan sila-sila Pancasila tergantung di leher Garuda dengan rantai;
Ketiga, Pita bertuliskan semboyan Bhineka Tunggal Ika dicengkeram oleh cakar-cakar Garuda.

2. Makna Bagian-bagian Garuda Pancasila

Bulu masing-masing sayap berjumlah 17
Bulu ekor berjumlah 8
Bulu ekor berjumlah 19
Bulu leher berjumlah 45


Bila angka-angka dirangkai 17-8-1945 maka memiliki makna sejarah dari Hari Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia, yaitu tanggal 17 bulan Agustus Tahun 1945.

Perisai, melambangkan perjuangan dan perlindungan bangsa Indonesia.

Gambar yang terdapat di dalam perisai melambangkan :

Bintang : Ketuhanan Yang Maha Esa
Rantai : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pohon Beringin : Persatuan Indonesia
Kepala Banteng : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
Padi dan Kapas : Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia


Warna yang terdapat pada Garuda Pancasila adalah kuning, merah, putih, hijau, hitam. Warna-warna ini melambangkan :

Kuning : keluhuran, kebesaran, kemegahan
Merah : keberanian
Putih : kesucian, kemurnian, kebenaran
Hijau : kemakmuran, kesuburan
Hitam : keabadian


Letak warna adalah pada bagian-bagian :

Kuning : garuda, bintang, rantai, kapas, padi
Merah : perisai kanan bawah dan kiri atas.
Putih : perisai kanan atas dan kiri bawah, dan pita.
Hijau : pohon beringin
Hitam : kepala banteng, perisai tengah latar belakang bintang, garis datar tengah perisai, huruf semboyan Bhineka Tunggal Ika.


“Bhineka Tunggal Ika”

Kata Bhineka, berasal dari bhinna dan ika (hukum sandhi dalam tatabahasa a dibaca e)
Bhinna : bermacam-macam
Ika : itu
Tunggal : satu
Ika : itu


Setiap kata jika disatukan akan mengandung pengertian : bermacam-macam itu satu itu

Dan dalam pengertian luasnya :
Meskipun bermacam-macam (berbeda-beda) Indonesia itu, tetapi satu juga Indonesia itu.
Meskipun berbeda-beda (suku, bahasa, dan adat budaya), tetapi merupakan persatuan dan kesatuan nusa dan bangsa Indonesia.

Istilah “Bhineka Tunggal Ika” diambil dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular zaman pemerintahan Raja Hayamwuruk (1350 – 1389)

Garis mendatar pada perisai

Melambangkan garis khatulistiwa (letak geogrfis dan astronomis Indonesia)
Keseluruhan nilai dari lambang Garuda Pancasila mengandung makna:
1. Indonesia adalah negara kesatuan yang kuat dan perkasa.
2. Indonesia mulai merdeka dan berdaulat penuh sejak 17 Agustus 1945.
3. Indonesia berdasarkan Pancasila.
4. Indonesia adal negara kesatuan yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan, berbagai suku bangsa, berbagai bahasa daerah dan budaya, berbgai agama tetapi tetap dalam persatuan dan kesatuan nusa bangsa Indonesia
.

File yang dapat diunduh/dowmload :

UU No 24 Th 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan