Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts

Saturday, June 16, 2012

Seminggu ini Trafik Capai Tiga Ribuan per Hari

Seminggu ini Trafik Capai Tiga Ribuan per Hari - Selama seminggu terakhir ini, sejarah baru dalam peningkatan trafik di Pelitedabo telah tercipta. Sepanjang keberadaan dan sejak pertama kali hadir di jagat maya, dalam seminggu terakhir peningkatan trafik berhasil mencapai 3000-an per hari.

Peningkatan Trafik Pelitedabo

Peningkatan trafik yang terjadi ini jelas menjadi sesuatu yang menarik untuk ditelusuri. Selaku pengelola blog saya tidaklah begitu mengetahui dan paham dalam hal menjaring trafik, terlebih lagi dalam hal agar Blog Seo Friendly. Peningkatan ini jelas menjadi sesuatu yang berarti bagi Pelitedabo yang hanyalah merupakan personal blog sebagai ruang untuk belajar dan berbagi tentang seputar informasi. Semoga saja dapat memberikan manfaat.

Data trafik yang sempat diambil pada hari ini sesaat sebelum post ini diterbitkan.

Peningkatan Trafik Pelitedabo

Ada beberapa hal yang saya sadari dan sepertinya harus dilakukan agar mendatangkan trafik lebih tinggi, yang sekarang saya mencoba melakukannya.

- Memperbanyak arsip blog atau postingan.
Memperbanyak arsip blog atau postingan merupakan langkah penting yang harus dilakukan, karena semakin banyak postingan maka akan semakin besar peluang dikunjungi.

- Membuat arsip atau postingan yang sebisa mungkin mengikuti trending topic.
Trending topic sepertinya juga menjadi hal penting yang harus dilakukan, namun trending yang agak susah untuk saya ikuti, seperti juga yang dikatakan Pak Yadi.. jelas arsip yang berhubungan dengan 17+. Hhehe...)

- Memberi sentuhan pada template.
Memberi sentuhan pada template merupakan suatu langkah untuk menarik perhatian pengunjung, seperti design, warna dan tampilan.

- Mengurangi error pada template.
Sebelumnya terima kasih pada sobat Iskaruji. Mengurangi error pada template merupakan langkah yang sedang saya lakukan, dan dalam hal ini saya juga belajar dari Sobat tersebut.

Akhirnya, walaupun peningkatan trafik ini terjadi tidak (belum) setiap hari, semoga peningkatan ini dapat terus bertahan, yang sedikit banyak tentu akan berpengaruh juga pada earning blog ini. Hhehe..

Tidak lupa terima kasih juga atas dukungan sahabat dan rekan-rekan blogger, pada pengunjung yang tetap setia untuk mengunjungi blog ini, Follower Blog, serta sahabat yang telah memberikan jempol Likenya pada halaman Facebook Pelitedabo. Happy blogging.

Friday, September 30, 2011

Tanggung Jawab dan Kesuksesan

Berbicara tentang kesuksesan, pasti setiap dari kita selalu menginginkannya. Namun, apakah sukses datang dengan sendirinya? dan seberapa besar tanggung jawab yang diambil jika kita menginginkan kesuksesan? Untuk meraih kesuksesan dibutuhkan keberanian dan tanggung jawab. Semakin besar tanggung jawab yang berani diambil, maka semakin besar sukses yang akan dapat kita raih.

Orang yang melihat permasalahan itu sulit, akan mengatakan “Itu bukan urusan saya”. Sementara di lain pihak, orang yang melihat suatu permasalahan yang sama dan mengatakan “Saya akan menjadikan hal itu menjadi urusan saya, dan saya akan melakukan sesuatu”. Dari permasalahan di atas, siapa di antara keduanya yang akan sukses?.

Dari berbagai alasan, dan beberapa di antaranya adalah alasan yang sempurna untuk kita tidak mengambil tanggung jawab. Lalu mengapa ada orang yang mau memilih untuk mengambil tanggung jawab?.

Terkadang sebagian dari kita akan berpikir, dengan mengambil tanggung jawab berarti kita akan memilih untuk mencapai sesuatu, memilih untuk sukses, dan memilih untuk membuat perbedaan yang ada. Setiap dari kita bisa saja hidup tenang tanpa mengambil tanggung jawab, tetapi apakah hidup kita hanya untuk numpang lewat?.

Setiap dari kita yang memilih untuk sukses, kita akan berani mengambil kesempatan untuk bertanggung jawab. Buatlah pilihan yang mendukung kita untuk sukses dan berhasil dengan rasa tanggung jawab. Pilih untuk bertanggung jawab, semoga kita akan meraih kesuksesan.

Semoga bermanfaat.

Monday, September 5, 2011

1 Tahun Pelitedabo

Tak terasa dan hampir saja kelupaan karena aktifitas offline yang tidak bisa ditinggalkan apalagi bertepatan dengan suasana Lebaran Idul Fitri 1432 H, blog Pelitedabo yang saya kelola dan menjadi tempat bagi saya untuk belajar, berbagi serta menjalin silaturahmi dan persahabatan, semenjak postingan pertama hingga bulan ini atau tepatnya pada tanggal 1 September Tahun 2011 sudah berusia 1 tahun.

Alhamdulillah, tidak menyangka masih tetap bisa eksis menjalankan blog Pelitedabo ini hingga sekarang. Sejak pertama kali mengenal dunia blog, setidaknya banyak hal serta berbagai ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan yang sebelumnya tidak saya ketahui, walaupun belum sepenuhnya maksimal dari berbagai hal yang ingin dicapai, namun tentu saja ini semua sangat berarti buat saya dan semoga suatu saat melalui blog Pelitedabo saya bisa mencapai seperti apa yang diinginkan.

Tidak banyak kata yang dapat dirangkai untuk dituliskan dalam postingan 1 Tahun Pelitedabo ini. Semoga blog Pelitedabo ini dapat memberi manfaat dan informasi bagi semua yang berkunjung, serta terima kasih atas kunjungan, komentar, kritik dan saran yang telah diberikan.

Akhirnya, saya selaku admin memohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat tulisan/postingan yang menyinggung, atau kadang copas tanpa izin atau mungkin kurang memuaskan isi dari blog ini. Kepada semua pengunjung saya juga mohon doa semoga masih tetap bisa eksis untuk menjalankan blog Pelitedabo, dengan harapan ke depannya melalui blog ini saya masih terus dapat belajar, berbagi serta menjalin silaturahmi dan persahabatan agar menjadi lebih bermanfaat dan memberi informasi. Terimakasih.

Monday, August 29, 2011

Selamat Idul Fitri 1432 H / 2011 M | Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Saya sebagai admin Pelitedabo beserta keluarga mengucapkan,

"Selamat Idul Fitri 1432 H / 2011 M"
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin


Kepada pengunjung serta kepada rekan dan sobat semua, Jika ada dalam penyajian blog ini yang kurang berkenan yang tanpa sepengetahuan saya, serta apa yang ada dalam blog ini dirasa kurang memuaskan, dan mungkin juga terhadap kata dan ucapan baik dalam postingan ataupun komentar balik dari saya yang mungkin saja terdapat kata – kata yang tidak enak, semua itu tidak lain merupakan keterbatasan dan kekurangan yang saya miliki, atas segala salah dan khilaf saya mohon maaf.

Semoga Idul Fitri ini menjadikan momentum terbaik bagi kita untuk kembali ke fitrah sebagai makhluk yang suci dan terampuni segala dosa. Amiin.



Sunday, August 28, 2011

Semarak Penghujung Ramadhan 1432 H | Balek Kampong

Tanpa terasa Bulan Ramadhan 1432 H yang hadir bersama kita ini, sebentar lagi akan meninggalkan kita dan berganti dengan datangnya 1 Syawal 1432 H yang merupakan hari kemenangan bagi kita yang telah menahan, mengendalikan hawa nafsu serta melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan. Semoga segala amal ibadah yang telah kita jalani di bulan suci Ramadhan ini mendapatkan ridho, rahmat dan berkah dari Allah SWT, serta diberikan kesempatan agar dapat bertemu bulan Ramadhan berikutnya, amin… amin ya robbal alamin.

Suatu tradisi dan kebiasaan bagi kita dalam menyambut 1 Syawal atau Lebaran Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan bagi kita, untuk menyemarakkannya dengan bersih membersih serta hias menghias, apa saja yang dapat kita bersih dan dapat kita hias seperti di rumah, perkarangan hingga ke jalan-jalan kampung halaman dengan berbagai hiasan agar terlihat cantik dan indah.

Salah satu tradisi dan kebiasaan bagi beberapa daerah di malam - malam penghujung di bulan Ramadhan, seperti di kota saya Dabo Singkep untuk menghiasi malam – malam penghujung Ramadhan dengan berbagai hiasan lampu colok atau lampu pelite yang terpasang di rumah – rumah, jalan – jalan dan gerbang - gerbang jalan kampong. Lampu - lampu pelite tersebut dipasang sejak malam 21 Ramadhan hingga di malam takbir hari raya (1 Syawal). Beberapa hiasan lampu pelite disusun pada gerbang jalan yang sudah dibangun beberapa hari sebelumnya.

Semarak suka duka di penghujung Ramadhan juga terasa dengan suatu tradisi yang kita kenal dengan Mudik Lebaran atau Balek Kampong. Mudik Lebaran atau Balek Kampong sudah menjadi tradisi yang dilakukan dalam menyambut 1 Syawal atau Idul Fitri agar pada saat lebaran kita yang berada jauh di rantauan dapat berkumpul bersama keluarga tercinta untuk merayakan Idul Fitri.

Bagi rekan dan sobat yang mudik atau balek kampong, saya mengucapkan selamat mudik semoga selamat sampai ditujuan. Dalam postingan ini (apabila koneksi internet lancar) untuk menghibur, rekan dan sobat dapat langsung mendengarkan Lagu Balek Kampong seperti pada postingan sebelumnya Bulan Ramadhan | Saat Yang Tepat Untuk Introspeksi Diri dan Doa Untuk Kedua Orang Tua | Sebuah Renungan yang sudah diselingi dengan musik.

“Selamat Menyambut Idul Fitri 1432 H”



Wednesday, August 24, 2011

Doa Untuk Kedua Orang Tua | Sebuah Renungan

Sesungguhnya jasa dan pengorbanan yang telah diberikan oleh kedua orang tua kita kepada kita hingga sekarang ini tidak terhitung banyaknya. Ibu yang mengandung kita selama 9 bulan lamanya, kemudian melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawanya. Ketika kita masih bayi yang tak berdaya, tanpa merasa jijik mereka membersihkan kotoran-kotoran disaat kita pipis dan buang air besar, dengan rasa sabar mereka menghadapi kemarahan, rengekan, dan kenakalan kita serta dengan penuh kasih sayang mereka memberikan kita makan dan minum, dengan penuh cinta kita diberi pakaian dan pendidikan untuk masa depan kita.

Namun, mampukah kita untuk membalas segala pengorbanan yang telah mereka berikan?. Seandainya jika kita merasa kesal dengan mereka disaat mereka sudah tua yang menjadikan kelakuannya kembali seperti anak-anak, dan bahkan seandainya orang tua kita tidak berdaya untuk buang air sehingga kita yang membersihkannya, kita mesti harus ingat kesabaran disaat mereka menghadapi dan merawat kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Janganlah timbul dihati kita dan bertanya "Kapan semua ini akan berakhir". Oleh karena itu hendaknya kita harus selalu berbakti pada orang tua kita dan senantiasa mendoakan mereka, agar segala dosa-dosanya yang mungkin pernah diperbuat baik sengaja ataupun tidak supaya mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Waktu engkau berumur 1 tahun
dia menyuapi dan memandikanmu...
sebagai balasannya...
kau menangis sepanjang malam

Waktu engkau berumur 2 tahun
dia mengajarimu cara berjalan...
sebagai balasannya...
kau kabur saat dia memanggilmu

Waktu engkau berumur 4 tahun
dia memberimu pensil untuk mewarna...
sebagai balasannya...
kau corat coret dinding rumah dan meja makan

Waktu engkau berumur 7 tahun
dia memberikanmu bola...
sebagai balasannya...
kau lemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu engkau berumur 10 tahun
dia mengantarkanmu ke mana saja,
dari kolam renang sampai pesta ulang tahun...
sebagai balasannya...
engkau bermain asyik dengan temanmu
sampai tidak dengar panggilan orang tuamu...

Waktu engkau berumur 13 tahun
dia menyarankanmu untuk memotong rambut
karena sudah waktunya...
sebagai balasannya...
kau bilang "mama tidak tahu mode..."

Waktu engkau berumur 15 tahun
dia pulang kerja ingin memelukmu...
sebagai balasannya...
kau kunci pintu kamarmu

Waktu engkau berumur 18 tahun
dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA...
sebagai balasannya...
kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu engkau berumur 19 tahun
dia membayar semua kuliahmu
dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama...
sebagai balasannya...
kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang
biar nggak malu sama teman-teman
karena orang tuamu jelek

Waktu engkau berumur 20 tahun
dia bertanya "Dari mana saja seharian ini?"
sebagai balasannya...
kau menjawab "Ah cerewet amat sih"
mau tau urusan anak muda

Waktu engkau berumur 25 tahun
dia membantumu membiayai pernikahanmu...
sebagai balasannya...
engkau pindah ke kota lain
menjauhi orang tuamu

Waktu engkau berumur 30 tahun
dia memberimu nasehat
bagaimana merawat bayimu...
sebagai balasannya...
engkau katakan
"Sekarang zamannya sudah beda, Ma..."

Waktu engkau sudah jadi orang sukses
dia menelponmu untuk diantar ke acara syukuran
salah satu saudara dekatmu...
sebagai balasannya...
engkau jawab "Aku sibuk sekali,
Banyak kerjaan kantor, Ma..."

Waktu engkau berumur 35 tahun
dia sakit-sakitan sehingga
memerlukan perawatanmu...
sebagai balasannya...
engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua
yang numpang tinggal di rumah anaknya

Dan hingga SUATU HARI
dia meninggal dunia dengan tenang...
dan tiba-tiba engkau teringat semua
yang belum pernah engkau lakukan...
dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan QODAM

Maka...
JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA...
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN
PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH
ENGKAU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA...
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA
YANG TELAH DIBERIKANNYA
DENGAN TULUS IKHLAS KEPADAMU...
DAN DOAKANLAH...
MOHONKANLAH KEPADA ALLAH
AMPUNAN BAGI KEDUANYA

"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"
(QS. Al Israa’:24)

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)"
(QS. Ibrahim:41)

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan"
(QS. Nuh:28)

Semoga kita bisa mengambil hikmah, manfaat dan pelajaran dari segala apa yang telah kita jalani dan terjadi dalam hidup ini... Amiin.



Wednesday, August 17, 2011

Bulan Ramadhan | Saat Yang Tepat Untuk Introspeksi Diri

Segala puji hanya milik Allah SWT semata, yang menguasai langit, bumi beserta alam dan isinya, dan segala kesempurnaan hanyalah terdapat pada-Nya. Bulan Ramadhan yang penuh rahmat, barokah dan hidayah tanpa terasa sudahpun hadir di hadapan kita. Dengan datangnya bulan Ramadhan ini, adakah terfikir sedikit renungan oleh kita, apa yang bisa dan harus kita perbuat selama bulan Ramadhan ini? pernahkah terfikir oleh kita untuk melakukan introspeksi diri atas segala sesuatu yang sudah kita perbuat dan jalani selama ini?.

"Jika datang bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
(Muttafaq 'Alaihi)

Beranjak dari berbagai persoalan dalam hidup ini, sering kita melihat kesalahan yang ada pada orang lain bahkan mengkritik kesalahan yang diperbuat oleh orang tersebut, namun sadarkah kita bahwa kita juga sering berbuat kesalahan?, dan banyak kita jumpai para komentator yang menanggapi dan mengomentari tentang orang lain tapi apakah dirinya dalam keadaan lebih baik dari orang yang ia komentari?, sebagai seorang ayah atau ibu, apakah yang sudah kita perlihatkan dan perbuat untuk memberi contoh yang baik kepada anak?, bagaimana mungkin mengharapkan anak kita santun lembut sedangkan kita sebagai orang tua di rumah bersikap keras dan kasar?, bagaimana mungkin kita mengharapkan anak menjadi arif kalau kita sendiri di rumah seperti diktator?, bagaimana kita bisa mengharapkan anak rajin ke mesjid sedangkan kita sebagai orang tua jarang beribadah?.

Bulan ramadhan yang tengah hadir bersama kita ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita berusaha agar dapat melakukan introspeksi diri terhadap segala apa yang pernah dan telah kita perbuat selama ini. Dalam bulan Ramadhan begitu banyak hikmah dan berjuta hidayah yang bisa kita dapatkan, salah satunya dengan melalui introspeksi diri, Insya Allah kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum. Melalui cara intropeksi diri sendiri, Insya Allah kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.

Introspeksi diri juga perlu dalam melihat jauh ke dalam diri kita, menanyakan langsung ke diri kita, apakah kita sudah berhasil mencapai apa yang kita inginkan?, apakah cita-cita kita sudah terlaksana?, dengan introspeksi diri kita bisa tau apakah kita sudah melakukan sesuatu, melakukan perubahan yang lebih baik, menyadari tindakan yang kita lakukan apakah sudah tepat. Terkadang kita terlena dan terbuai dengan sebuah kutipan pemikiran “Santai aja ah .. nanti juga akan terlaksana sendiri, saya kan sudah baik”.

Berbagai cara dapat kita coba agar kita dapat melakukan introspeksi diri. Namun sebelum melakukan introspeksi diri, tentunya kita harus pahami dan merarasakan terlebih dahulu sepenuhnya berdasarkan segala apa yang sudah pernah kita jalani selama ini, yang tentunya terdapat perbedaan bagi setiap individu. yang pada akhirnya, Insya Allah kita dapat melakukannya.

Sampai diakhir tulisan ini, bukanlah berarti pada admin sendiri sudah sepenuhnya dapat melakukan dan merasakan atas introspeksi diri yang dilakukan. Dengan berbagai upaya dan tidak terlepas dari doa, admin pun mencoba dan berusaha untuk dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dengan tidak terlepas dan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Tiada rangkaian kata yang dapat dijadikan jaminan, dengan introspeksi diri, semoga kita dapat mengembangkan diri kita dan menjadi pribadi yang sukses.

“Jujurlah pada diri sendiri, salah katakan salah, dan benar katakan benar, lakukan introspeksi untuk kebaikan diri sendiri dan bukan untuk orang lain”

Semoga Bermanfaat dan Selamat Mencoba !!!



Monday, January 10, 2011

Mengapa Pelitedabo



Mengapa Pelitedabo? ya … pertanyaan itulah yang akan saya jadikan judul pada postingan kali ini dan pada kesempatan ini saya akan menceritakan sedikit mengapa pelitedabo yang saya gunakan sebagai nama dari blog pribadi yang saya kelola ini.

Pelitedabo  yang memiliki alamat url http://pelitedabo.blogspot.com adalah situs/blog pribadi yang saya kelola. Nama dari situs/blog pribadi ini saya gunakan ketika saya dalam kebingungan untuk membuat alamat url dan memberi nama pada blog ini, yang sebelumnya menggunakan alamat url dan nama yang lain.

Pada suatu hari di bulan Ramadhan tahun 2010, disaat sedang bersemangatnya untuk mempelajari dan membuat sebuah blog pribadi bersama seseorang yang sudah saya anggap sebagai senior yang telah memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan di dalam saya menjalankan aktifitas sehari-hari sebagai guru pada suatu sekolah dasar, saya mengalami sedikit kebingungan untuk memberikan alamat url dan nama dari blog pribadi yang saya miliki. Namun beberapa hari kemudian, jika malam hari di bulan ramadhan menjelang hari raya idul fitri, di tempat saya Dabo Singkep Kabupaten Lingga Kepulauan Riau selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang terbuat dari kaleng, bambu ataupun yang lainnya dan diberi sumbu. Lampu-lampu yang menghiasi malam itulah kalau di tempat saya menyebutnya dengan lampu pelite. Dan entah kenapa saat duduk termenung di depan rumah, tanpa sengaja saya terus memandangi lampu-lampu pelite yang menghiasi malam tersebut. Disaat tersentak dari lamunan, saya teringat akan lampu-lampu pelite tadi, sehingga saya beinisiatif untuk menggunakan pelite sebagai nama awal dari blog pribadi yang saya miliki.

Sedangkan dabo, saya ambil dari nama tempat atau daerah di mana saya berada dan dilahirkan yang lebih dikenal dengan Dabo Singkep.

Sehingga dari pelite dan dabo inilah saya menggabungkannya menjadi pelitedabo sebagai nama dari blog pribadi saya ini. Dan sebagai bahagian dari putra kelahiran Dabo Singkep Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau ingin rasanya ikut berpartisipasi dalam memperkenalkan Dabo Singkep kepada khalayak ramai demi kemajuan kota Dabo tercinta, walaupun melalui sebuah situs/blog pribadi yang bernama Pelitedabo. Dan semoga segala apa yang ada di blog ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya.

Friday, September 10, 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H


Kini hari yang dinantikan telah tiba, kita sambut hari kemenangan penuh pengampunan, dengan membuka pintu maaf dalam hati yang suci. Jika jemari tak kuasa berjabat, setidaknya kata masih dapat terungkap dengan segala kekurangan dan kerendahan hati serta dengan tulus.

Mari rayakan kemenangan dihari yang fitri ini denga hati yg saling ikhlas memaafkan " SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H " Minal aidin wal faidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin.

Wednesday, September 1, 2010

Guru Pulau

Guru pulau ……………

Ye ..... itulah sebutan yang melekat pade seorang guru yang mengajar di suatu pulau yang berade di daerah kepulauan.

Namun .....

Sebagai seorang guru yang mengabdikan diri bagi daerah, bangse dan negarenye, ie harus siap ditempatkan di manepun, tak terkecuali dengan diriku yang saat ini mengajar di suatu daerah pulau yang berade di Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.

Mengajar di daerah pulau, bukan lah suatu halangan dan aral dan tidak akan kujadikan suatu beban dalam ku menjalankan kewajibanku sebagai seorang pendidik.

Walaupun .....

Ye ..... walaupun kuharus berpisah sebagian mase dengan keluarge, istri dan anakku (Demi Kau dan Sibuah Hati) dan melewati ombak laut yang tinggi dikale musim utare tibe.

Tapi .....

Semue itu demi keluarge, pengalaman, pengetahuan dan kemajuan pendidikan. Kumohon untuk semuenye, bantulah aku walaupun hanye dalam do’a demi pendidikan ................ ye pendidikan Indonesia.

Budak Pulau

Sungguh hidupmu jauh disana .....
Jauh dari kebisingan .....
Jauh dari keramaian .....
Dan jauh dari hingar bingar .....

Hanya laut dan gugusan pulau-pulau .....
Hanya perahu-perahu pencari ikan .....
yang engkau pandangi .....
Dikala pagi dan petang

Saat malam datang .....
Hanya gemerlapnya malam .....
yang membawa engkau tidur .....
Menjelang pagi tiba

Tapi .....
Jangan engkau malu .....
Jangan engkau berkecil hati .....

Bangunlah .....
Bangkitlah .....
Dari ketinggalan .....

Kejar dan raihlah cita – cita .....
Demi masa depan yang indah .....
Seperti orang – orang di sana

Budak Kampong

Bila matahari mulai menampakan diri di ufuk timur
Harapanku menggeliat nyalah
Ingin rasanya terbang tinggi setingggi angkasa
Sehingga aku dapat memantau pulau ku tercinta

Dengan sampan akan ku kawal karang-karang gemala
Akan ku pancangkan lanah-lanah, busung-busung dan terumbu
Akan ku dayung lautan yang memberi kehidupan kita
Akan ku layarkan bahtera kita menuju kejayaan

Emak .....
Jangan kau ragukan harapanmu ini
Bimbangkanlah tuan-tuan penguasa di sana
Yang selalu mengolok-olok kita
Apalagi kau kan marah pada manja mu ini
Murkakanlah pada tuan-tuan pendusta di sana
Yang selalu membohongi kita

Wak .....
Masih ingat kah kau kala itu
Dengan bercucuran keringat
Mencari dalam pasi
hanya untuk susu dadu dan nasi untuk kami

Kepada siapa kau mengadu?
Tuan-tuan yang di sana?

Tuan-tuan yang di sana .....
Hamba hanya benci pada diri
Hamba tidak marah pada tuan
Kenapa kami bodoh
Sedangkan tuan-tuan bijak bestari
Tolonglah kami tuan!
Sampaikan hajat kami seperti tuan

Menjadi penguasa yang di sini

Renunganku

DIMALAM YANG SUNYI DAN SEPI .....
DISAAT KU DUDUK TERMENUNG .....
MEMANDANGI BINTANG YANG BERTABURAN DI LANGIT .....
KU TERINGAT AKAN MASA LALU .....

MASA LALU YANG MEMBAWA KU .....
MEMBAWAKU SAMPAI KE SAAT INI .....
YANG MENJADIKAN AKU .....
MENGERTI AKAN SEGALANYA - GALANYA .....

DI MANA MASA ITU .....
MASA YANG SANGAT BERARTI BAGI KU .....
MASA KU MENDAPATKAN KASIH SAYANG .....
MASA KU MENDAPATKAN BELAIAN .....

MASA KU MENDAPATKAN PENGAJARAN .....
DAN MASA KU MENDAPATKAN SEGALANYA .....
SEMUA ITU .....
SEMUA ITU TAK AKAN MUNGKIN AKU DAPAT KAN .....

TANPA PENGORBANAN .....
TANPA JERIH PAYAH .....
TANPA USAHA .....
DAN TENTUNYA TAK AKAN MUNGKIN KU DAPATKAN .....
TANPA KEIKHLASAN HATI DARI KEDUA ORANG TUAKU .....

KARNA DARI KEDUA ORANG TUAKU .....
YANG TELAH MENJADIKAN AKU .....
SEPERTI SEKARANG INI .....

AYAH ..... IBU .....

KINI UMUR KALIAN SEMAKIN TUA .....
KINI KULIT KALIAN SEMAKIN KERIPUT .....
DAN BADAN KALIAN SEMAKIN KURUS DAN KERING .....
DAN KINI KALIAN SERING SAKIT – SAKITAN .....

HINGGA KE SAAT INI .....
AKU BELUM BISA .....
AKU BELUM BISA MEMBALAS .....
MEMBALAS SEGALA APA YANG TELAH KALIAN BERIKAN .....
KEPADAKU SELAMA INI .....

AYAH ..... IBU .....

DARI RELUNG HATI YANG PALING DALAM .....
DARI UJUNG RAMBUT SAMPAI KE UJUNG KAKI .....
AKU BERSIMPUH .....
AKU MEMOHON AMPUNAN .....
AKU MEMOHON MAAF YANG SEBESAR – BESARNYA .....
ATAS SEGALA DOSA – DOSA KU .....

YA ALLAH ..... YA RABBI .....

KEPADAMU KU MEMOHON .....
BERILAH AKU WAKTU .....
BERILAH AKU KESEMPATAN .....
AGAR AKU BISA MEMBALAS .....
SEGALA APA YANG TELAH DIBERIKAN ORANG TUAKU .....
KEPADA DIRIKU …........

YA ALLAH ..... YA RABBI .....

BERIKANLAH UMUR YANG PANJANG BUAT KEDUA ORANG TUAKU .....
BERIKANLAH MEREKA KESEHATAN SELALU .....
JAUHKANLAH MEREKA DARI MALAPETAKA DAN BENCANA .....
SAYANGILAH MEREKA SEPERTI MEREKA MENYANYANGI DIRIKU .....
SERTA AMPUNILAH DOSA – DOSA KEDUA ORANG TUAKU .....